Kurang Tidur Dapat Mengurangi Pendapatan Anda?

Jika Anda tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup, tentu saja Anda akan merasa tidak enak badan dan berada dalam kondisi yang kurang fit. Namun, tahukah Anda kalau hal tersebut tidak hanya berakibat pada karyawan tetapi juga dapat mengurangi pendapatan perusahaan yang nantinya akan masuk ke kantong Anda?

Kelelahan dapat mengurangi produktivitas perusahaan Anda, bahkan mengurangi pendaatan perusahaan sekitar 25 juta per karyawan setiap tahunnya. Hal tersebut dikemukakan pada sebuah infografis yang dibuat oleh Virgin Pulse Institute, kekuatan penelitian milik perusahaan teknologi kesehatan dan kesejahteraan Virgin Pulse. Tidur di bawah jam standar dapat mengurangi tingkat konsentrasi, membuat seseorang memiliki daya ingat yang buruk, dan mereka akan memiliki kesulitan dalam menangani masalah keuangan. Padahal, semua hal di atas adalah kunci penting dalam kehidupan berbisnis, bukan begitu?

Perhatikan baik-baik daftar di bawah ini jika Anda ingin mengetahui bagaimana perampasan jam tidur dapat memengaruhi aspek terpenting dan juga kekayaan Anda dalam sebuah perusahaan:

Kita semua pernah merasakan setidaknya satu kali: menghabiskan malam hanya dengan berguling-guling di kasur, berharap dapat memejamkan mata dan tidur sebelum alarm berbunyi esok pagi. Efek dari kurangnya waktu tidur ternyata tidak hanya menyebabkan hari Anda terasa berat, karena dalam jangka panjang hal tersebut juga akan berakibat buruk pada karyawan Anda dengan sangat nyata dan jelas. Tapi bukan berarti tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk mengubah hal tersebut, Anda dapat membantu mereka (yang pada akhirnya akan menambah pendapatan Anda).

  1. Karyawan sering berjuang melawan kurangnya waktu tidur

Seorang karyawan yang berjuang melawan rasa lelah yang diakibatkan kurangnya waktu tidur (tidur kurang dari 6 jam sehari) dapat berakibat serius pada apa yang mereka lakukan setiap harinya. Sebanyak 14% karyawan mengaku kalau mereka pernah melewatkan acara keluarga, performa kerja mereka berkurang, dan waktu luang mereka juga berkurang karena mengantuk. Hal tersebut terjadi akibat 30% karyawan tidur selama kurang dari 6 jam dalam satu hari.

Tidak memiliki waktu tidur yang cukup—atau tidur di bawah 6 jam—dapat menyebabkan: Berkurangnya tenaga, berkurangnya fungsi kognitif, berkurangnya produktivitas, dan berkurangnya kemampuan untuk mengatasi stres dan depresi.

  1. Membuat kesehatan memburuk

Kelelahan tidak hanya menghancurkan hari demi hari seseorang (terutama seorang karyawan), hal tersebut juga berbahaya untuk kesehatan jangka panjang dan kesejahteraan mereka. Mereka yang tidur kurang dari 6 jam dalam sehari memiliki 30% kemungkinan terkena obesitas lebih banyak dari orang biasa yang tidur setidaknya 6 jam sehari. Tidur di bawah 6 jam dalam sehari juga dapat mengakibatkan: hipertensi (darah tinggi), diabetes (kencing manis), depresi, dan kanker.

Sebanyak 26% karyawan pernah tidak sengaja tertidur saat sedang menyetir, hal yang sangat berbahaya tentunya. Bahkan, 32% di antaranya mengaku kalau mereka mengantuk saat mengemudi setidaknya 1 atau 2 kali dalam sebulan.

  1. Bisnis Anda juga berjuang melawan kebiasaan tidur yang buruk

Anda berpikir bahwa karyawan adalah satu-satunya yang terkena efek buruk karena menghadapi kurang tidur? Coba pikir ulang. Performa yang terganggu karena kelelahan tentu juga memengaruhi aspek penting dalam perusahaan Anda, itu berarti memengaruhi bisnis dan pundi-pundi pendapatan Anda pula.

Para karyawan yang tidur kurang dari 6 jam dalam sehari melaporkan hal-hal berikut: 23% merasa kemampuannya untuk konsentrasi berkurang, 18% mengaku daya ingat mereka berkurang, 11% menyatakan kalau mereka memiliki kesulitan dalam mengatur masalah keuangan mereka, dan terakhir, 9% mengaku mereka mengalami kesulitan dalam bekerja atau melakukan hal-hal sukarela seperti menjadi relawan.

Tidur kurang dari 6 jam sehari yang menyebabkan karyawan mengalami kelelahan membuat perusahaan Anda kehilangan kira-kira 25 juta rupiah dalam satu tahun per karyawan. Hal itu terbukti dengan adanya 40% karyawan yang mengakui kalau mereka pernah tidur saat bekerja bahkan saat meeting setidaknya satu kali dalam satu bulan.

Bahkan pengakuan dari para trader forex atau saham, mereka sering tertidur pada saat menjaga pergerakan harga. Hal ini tentu sangat merugikan para pemilik perusahaan yang telah menginvestasi dana mereka dan diolah oleh para trader tersebut.

Kekurangan tidur dapat ‘melumpuhkan’ karyawan, dan kemungkinan mereka akan meminta bantuan pada orang lain sangatlah kecil. Para pemilik perusahaan, misalnya Anda, dapat membantu mereka dengan menawarkan program, memulai kebijakan baru, dan melatih tenaga mereka dalam bekerja agar mereka dapat tidur lebih nyenyak dan setidaknya 6 jam dalam sehari. Hasilnya? Karyawan Anda yang memiliki lebih banyak waktu untuk beristirahat akan menjadi lebih prouktif dan lebih merasa ‘terikat’ dengan perusahaan Anda.

Kalau anda tidak ingin pola tidur anda menggangu pekerjaan anda, maka anda sebaiknya menjadi investor bagi diri anda sendiri sehingga bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Pengen tahu bagaimana cara cepat dapat uang dalam sehari dari penghasilan tambahan dengan berinvestasi jangka pendek